KONTROL

TERJEBAK, SEJUMLAH AKTIVIS BERI UCAPAN SELAMAT KEPADA PROF WIN ATAS JABATAN SEKJEND KPK-RI

Laporan : Jaringan Berita SMSI

Editor : Mahmud Marhaba

 

GORONTALO [KP] –  Penegakan hukum di Gorontalo terkait berbagai kasus korupsi yang merugikan uang rakyat terus saja menjadi harapan yang nyata dilakukan pada masa mendatang. Bahkan mereka berharap kasusnya segera dilakukan pemeriksaan terhadap mereka yang terlibat didalamnya.

 

Dalam penantian yang tak kunjung tiba, berbagai harapan pun muncul. Mulai dari harapan terselesainya berbagai kasus seperti GORR, Kantor DPRD kabupaten Gorontalo, Rumah Sakit Boliyohuto, RS Ainun Habibie, Blokplan kantor Bupati Gorut, GOR UNG, Bandara Pohuwato, Bansos di Bone Bolango dan sejumlah deretan kasus dugaan korupsi di Gorontalo, bisa terselesaikan sebelum kepindahan Kepala Kejaksaan Tinggi, Firdaus Dewilmar seperti yang sering diisuekan ketika sejumlah kasus korupsi mulai sentuh.

 

Entah dari mana datangnya isue segar terkait penetapan Prof. DR. Ir. Winarni Monoarfa, MS sebagai Sekretaris Jenderal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK-RI),  membuat para penggiat penegakan hukum di Gorontalo dibuatnya kegirangan. Ucapan selamat pun mulai disampaikan secara online diberbagai group WA di Gorontalo.

 

Kondisi ini bisa dimaklumi, karena keputusasaan terhadap proses hukum di Gorontalo berjalan cukup lemah. Kasusnya lambat dan sangat lambat. “Jika benar ibu Prof Win jadi Sekjend KPK, maka lebih baik kasus korupsi di Gorontalo ditangani oleh KPK saja,” ungkap Imran Nento Ketua LSM Merdeka dengan nada kesal.

 

Prof Win demikian biasa dirinya dipanggil, mantan Kepala Bappeda provinsi Gorontalo di jaman Fadel Muhammad dan mantan Sekda provinsi di jaman Gusnar Ismail melanjutkan kepemimpinan sebagai Gubernur Gorontalo dan dipercayakan kembali menjadi Sekda dijaman kepemimpinan pasangan Rusli-Idris (NKRI jilid I), meski pada akhir jabatannya, dirinya harus menelan pil pahit saat ‘diturunkan paksa’ dari rumah jabatan Sekda Provinsi Gorontalo.

 

Hubungan emosiaonal yang telah terbangun dengan sangat baik di provinsi Gorontalo menjadi harapan baru atas penegakan hukum di Gorontalo ketika dirinya menjabat Sekjend KPK RI. Namun apa boleh dikata, berita itu ternyata HOAX.

 

“Assalamu alaikum wr wb.. Tks bpk/ ibu/sdr/sdri atensi n doax .. Info ttg Sekjen KPK tsb TIDAK BENAR. @ semoga segala aktivitas kita di ridhoi Allah n memberi manfaat yang terbaik  untuk rakyat Gorontalo,” ungkap Winarni Monoarfa kepada media ini, Selasa (07/05/2019) melalui pesannya di WhatsApp pribadi.

 

Penegasan Prof Winarni juga terkait isue yang tidak benar itu dikuatkan juga oleh Punco Tanipu, Dosen Sosiologi UNG saat membagikan brosur mekanisme perekrutan calon Sekjend KPK RI yang batas akhir perekrutmen hinnga tanggal 17 Mei 2019 mendatang.

 

“Ada-ada saja cara orang membuat HOAX, semoga kita semua tidak terjebak dengan berita yang menyesatkan. Olehnya, pembaca wajib menguji informasi sebelum disebarkan ke yang lain,” ungkap Wakil Ketua SMSI Gorontalo.#[KP]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker