KONTROL

PROGRAM DUTA ANTI NARKOBA, BENTUK KEPEDULIAN BNN BOALEMO UNTUK GENERASI MUDA

Laporan : Jaringan Berita SMSI

Editor : Mahmud Marhaba

 

TILAMUTA [KP] – Narkoba mengancam kehidupan manusia. Barang haram ini juga telah meresahkan masyarakat Boalemo saat ini. Mengantisipasi hal yang buruk terjadi nanti, pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Boalemo mengadakan Talk Show yang dirangkaikan dengan pemilihan ‘Duta Anti Narkoba’ tingkat SMA Sederajat Se-Kabupaten Boalemo di Gedung Grand Amalia Tilamuta, Selasa (23/04/2019).

 

Kepala BNN Boalemo Mohamad Agus Anwar SP, M,Si menghimbau kepada adik adik siswa yang saat ini hadir ataupun peserta Duta Narkoba agar mengingatkan kepada seluruh keluarga di rumah maupun teman teman yang ada dilingkungannya agar tidak menggunakan jenis obat Narkotika karena membahayan diri dan bisa merenggut nyawa manusia.

 

Kegiatan pemilihan Duta Narkoba ini adalah bentuk sosialisasi tentang bahaya narkotika atau narkoba jenis obat terlarang.

 

Kepala BNN Kabupaten Boalemo mengatakan jika 2 tahun lalu pihaknya mengadakan kegiatan lomba yel yel tentang bahaya Narkoba, Mars BNN dan penyuluhan bahaya Narkotika. Hasilnya, alhamdulilah dari Boalemo ada yang mewakili dalam lomba yel yel dan mendapatkan juara 1 tingkat provinsi yakni dari SMA 1 Wonosari. Prestasi BNN lainnya mendapat juara 2 tingkat provinsi Gorontalo tentang penyuluhan anti Narkotika dari SMA 2 Tilamuta atas nama adik Alfadli Mohamad Anti.

 

“InsyaAllah dalam kesempatan ini juga ada yang mewakili ke provinsi Gorontalo dan tidak menuntup kemungkinan pesertanya bisa dari satu sekolah atau dari sekolah lain dengan batas 2 orang yakni laki-laki dan perempuan,” pinta Agus Anwar.

 

Dalam kesempatan ini juga kepala BNN menyampaikan bahwa sudah semua kecamatan yang ada di kabupaten Boalemo terindikasi siswa menggunakan Narkotika obat-obatan.

 

“Saya menghimbau kepada peserta yang hadir untuk melakukan pencegahan, minimal diri sendiri dahulu. Ketika ada yang menawarkan jangan pernah menerima, karena sekarang banyak laporan dari kecamatan ada yang mengalami kematian akibat obat-obat yang mengandung Narkotika,” tegas Agus Anwar.

 

Dijelaskan Kepala BNN Boalemo, terkait siswa yang membawa obat-obat terlarang, laporan ini berikan oleh guru BK melalui orang tua dahulu lalu ke BNN Boalemo. “Mereka melaporkan ada siswa yang membawa obat obat ke sekolah, maka guru mencurigai siswa tersebut menggunakan obat dan siswa terebut mulai fly atau pusing,” ungkap Agus Anwar.

 

“Maka tugas kami selaku BNN yaitu hanya merehabilitasi pemakai narkoba, melalui kesempatan ini kami peringatan kepada siswa yang hadir, bahwa obat digunakan untuk orang sakit bukan yang sehat, karena akan kecanduan dan jangan mencoba menggunakan obat tersebut, karena sekali mencoba akan ketagihan atau kecanduan akan obat tersebut, obat ini akan merusak tubuh kita,” ungkap Kepala BNN Boalemo sambil mengingatkan jika menemukan ada yang menggunakan narkoba, segera dilaporkan dan jangan takut karena BNN hanya merehabilitasi atau mencegah saja si pengguna narkoba.#[KP/Apri]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker