GORONTALO UTARA

KEJAR-KEJARAN YANG TERJADI ANTARA TKA ASAL CHINA DENGAN ALEG DEPROV DAN WASNAKER, INI TANGGAPAN WABUP GORONTALO UTARA

Laporan : Jaringan Berita SMSI

Editor : Mahmud Marhaba

 

GORUT [KP] – Kejar-kejaran yang terjadi antara TKA asal China dengan Anggota Komisi 1 Deprop, Hamzah Sidik dan Pengawas Tenaga Kerja Asing Provinsi Gorontalo, Rini Anggraini, pada hari Kamis (11/04/2019) mendapat apresiasi dari Pemerintah Daerah Gorontalo Utara.

 

Wakil Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, disela-sela kegiatannya mengikuti Forum Discussion Grup (FGD) II RPJMD Gorontalo Utara 2018-2023, di Manado mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Komisi 1 DPRD Propinsi dan Pengawas Tenaga Kerja Provinsi Gorontalo tersebut.

 

“Wah, luar biasa ya? Sampai terjadi kejar-kejaran seperti itu. Pemerintah Daerah pada prinsipnya tidak keberatan dengan hadir TKA di Gorontalo Utara, namun dalam hal apabila ada sesuatu pekerjaan yang membutuhkan skill (keahlian) tertentu yang tidak dipunyai oleh tenaga kerja lokal. Tapi kalau hanya buruh kasar lalu kita datangkan TKA agak miris juga kedengarannya,” kata Thariq, melalui saluran ponselnya.

 

Ditempat terpisah, Rini Anggraini, Wasnaker pada Dinas Tenaga Kerja Propinsi Gorontalo, saat di tanya oleh awak media tentang kemungkinan masih adanya TKA yang bermasalah dalam segi administrasi yang sekarang diduga masih berada di lokasi pekerjaan pembangunan PLTU Tanjung Karang, mengatakan bahwa pihaknya telah memerintahkan kepada pihak perusahaan untuk segera mendata TKA dimaksud dan segera melaporkan ke Dinas Tenaga Kerja.

 

“Ya, Saya yakin bahwa yang dokumennya bermasalah seperti ini masih banyak di dalam lokasi kerja itu, sehingganya saya sudah memerintahkan agar pihak perusahaan segera melakukan pendataan dan segera melaporkan kepada kami, kalau tidak kami akan turun kembali,” kata Rini di kantor Imigrasi saat menyerahkan passport ke 4 TKA China, ke pihak Imigrasi, Jumat (12/04/2019).

 

Senada dengan Rini, Hamzah Sidik Anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Gorontalo mengatakan bahwa pihaknya akan tetap memantau keberadaan para TKA yang dianggap tidak memenuhi syarat sebagai tenaga kerja di PLTU Tanjungkarang.

 

“Ini yang tertangkap baru 4 orang, dan menurut laporan warga jumlah mereka yang baru datang ini jumlahnya puluhan orang, Insya Allah kami akan kembali bersinergi dengan pihak Wasnaker tentang perkembangannya, dan kalau bila di pandang perlu kami akan turun lagi,” kata HS di sela-sela kegiatan blusukannya di Desa Tanjungkarang.

 

“Ini baru langkah awal, kami ingin lihat dulu apa yang akan dilakukan oleh yang berwenang di bidang itu, seperti Imigrasi, Kesbangpol, Kepolisian,” tandas Hamzah yang di prediksi bakal menjadi Ketua DPRD Gorontalo Utara hasil Pileg 2019 ini dengan gaya khasnya. #(KP/Arsad)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker