BOALEMO

SEMPAT BERPOLEMIK DI MASYARAKAT, AKHIRNYA PEMERINTAH BOALEMO TEGASKAN BPJS SEGERA DIAKTIFKAN LAGI

Laporan : Jaringan Berita SMSI

Editor : Mahmud Marhaba/ Ismail Abas.

 

 

TILAMUTA [KP] – Keresahan masyarakat pengguna jasa BPJS  di Boalemo akhirnya terjawab sudah. Melalui Konferensi Pers, Minggu (31/03/2019), Plt Kadis Kesehatan Robert Pauweni, bersama Kabid, Kasie Dikes dan Kepala Seksi Dukcapil Boalemo menjelaskan terkait dihentikan sementara pelayanan BPJS di Boalemo.

 

Kabag Humas Pemda Boalemo, Sukarman Rahim, selaku pengarah pada Konferensi Pers tersebut memberikan kesempatan kepada wartawan untuk mempertanyakan persoalan mandeknya pelayanan BPJS di daerah ini.

 

Nanang Sawal salah seorang wartawan di Boalemo mempertanyakan mengapa menonaktifkan BPJS tidak disosialisasikan ke masyarakat agar masyarakat tidak bertanya tanya dan tidak menimbulkan kesalahpahaman dari masyarakat. Apakah masyarakat sudah tahu BPJS tidak aktif sementara?

 

Kadis Sosial, Nurdin Djaini mengatakan jika BPJS dinonaktifkan hanya sementara waktu saja. Ini dikarenakan ketersediaan anggaran yang masih begitu minim di kabupaten Boalemo. Dirinya menegaskan, jika ada masyarakat yang sakit akan tetap mendapat pelayanan yang baik, dan diharapkan masyarakat membawa surat keterangan tidak mampu dari desa.

“Jika masyarakat masuk dalam data BDT akan diusulkan ke Jamkesda, Jamkesmas dan Jamkesra,” tegas Kadis Sosial, Nurdin Djaini.

 

Sementara itu, pihak Dukcapil mengatakan bahwa data masyarakat yang terpenting karena sekarang yang seharusnya layak untuk mendapat pelayanan kesehatan harus dilayani terlebih dahulu, maka saat ini mereka mencoba mendata kembali.

 

“Ada data ganda sehingga akan membingungkan pengeluaran kartu atau membuat kacau pendataan di Dinas,” ungkap Kepala Seksi di kantor Dukcapil Boalemo, Ilyas Abdullah.

 

Dari hasil penjelasan saat Konferensi Pers tersebut, Kabag Humas menyimpulkan dari pernyataan sikap masing masing Dinas bahwa tidak ada BPJS yang bermasalah, karena akan diaktifkan kembali sambil dilakukan pendataan kembali agar terkontrol.

 

“Yang tidak layak akan dikeluarkan dan dialihkan ke Mandiri,” ungkap Sukarman Rahim menambahkan bahwa Konferensi Pers ini juga sebagai ajang perkenalan terhadap wartawan yang melakukan tugas liputan di daerah Boalemo Damai Bertasbih.

 

Menariknya, persoalan BPJS di Boalemo justru dipertanyakan oleh Wahyudin Moridu yang merupakan Ketua KNPI Boalemo. Dirinya menegaskan jika persoalan BPJS didapatinya dari keluhan masyarakat saat dirinya melakukan sosialisasi di Desa.

 

“Masyarakat bertanya tanya terkait mandeknya BPJS di daerah ini, makanya saya juga mempertanyakan kepada Dinas terkait persoalan ini,” ungkap Wahyudin Moridu calon anggota legislatif Dapil Tilamuta, Botumoito dan Mananggu dari Partai PDI Perjuangan.#[KP/Apriyanto Pasisingi]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker