BOALEMO

DARI KUNJUNGAN DEWAN PERS KE BOALEMO, INI FAKTA YANG TERUNGKAP

Laporan : Jaringan Berita SMSI

Editor : Mahmud Marhaba/ Ismail Abas

 

 

TILAMUTA [KP] – Pemerintah kabupaten Boalemo merupakan daerah Kedua di provinsi Gorontalo yang dikunjungi anggota Dewan Pers, Jimmy Silalahi dan Ratna Komala pada Kamis (21/03/2019) dalam mensosialisasikan aturan Dewan Pers yang berkenaan dengan Perusahan Pers, tugas wartawan, media dan humas pemerintahan.

 

Jimmy Silalahi yang merupakan Wakil Ketua Bidang Hukum Dewan Pers menjelaskan jika saat ini media telah banyak memiliki kemudahan dibanding di jaman Orde Baru yang setiap media harus mengantongi Surat Ijin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP). Di era Reformasi sekarang ini, SIUPP tersebut tidak dibutuhkan lagi.

 

“Media cetak ataupun media siber/online sudah bebas dengan perijinan seperti itu, tinggal media televisi dan radio yang harus memiliki ijin dari pihak Kominfo dalam hal ini Balai Monitor karena terkait dengan penggunaan frekwensi,” ungkap Jimmy Silalahi sambil menegaskan jika untuk media cetak dan siber wajib memiliki badan hukum perusahan pers berbentuk PT atau Yayasan atau Koperasi.

 

Terkait dengan keberadaan media di daerah, pemerintah disarankan untuk melakukan pendataan ulang media yang bekerjasama dengan Pemda 6 bulan sekali. “Ini untuk memastikan keaktifan dan kontinuitas media yang mungkin sudah tidak aktif. Maka penting dilakukan pendataan ulang media tersebut,” ungkap Jimmy Silalahi.

 

Terkait dengan keberadaan humas disetiap daerah, disarankan Jimmy, pemerintah harus mengagendakan kegiatan peningkatan profesionalitas humas agar mengetahui cara penyusunan berita yang baik sebelum di rilis oleh wartawan yang bekerjasama.

 

Menariknya, dalam penyampaian tersebut, hal yang sangat penting diperhatikan adalah penggunaan nama media yang tidak bisa menyerupai nama instansi seperti media Buser, media Sergap, media KPK, media Intel dll.

 

“Tidak baik untuk suatu media karena banyak terjadi ketimpangan seperti penipuan atau pemerasan sehingga pelarangan ini Dewan Pers sudah bekerjasama dengan Polri demi menjaga kestabilan media,” tegas Jimmy.

 

Demikian juga dengan anggota Dewan Pers, Ratna Komala. Dirinya menegaskan bahwa wartawan harus independen dan selalu menyajikan informasi dengan data yang valid melalui konfirmasi kepada pihak terkait agar tidak dianggap hoax. “Wartawan Indonesia tidak mencampur adukkan fakta dan opini, penting mengetahui dan menjalankan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dengan menggunakan bahasa asas praduga tak bersalah,” tegas Ratna Komala yang merupakan Ketua Bidang Pendataan, Verifikasi dan Litimidasi Dewan Pers.

 

Dirinya juga mengulas KEJ secara detail kepada wartawan yang berada di Boalemo. 11 butir KEJ menurut Ratna wajib dikethaui dan dijalankan secara profesional oleh wartawan.

 

“KEJ penting ditaati untuk menghindari aduan dari berbagai pihak yang akan berdampak pada keberadaan media dan wartawannya. Namun, untuk setiap persoalan delik pers, maka yang bertanggungjawab terhadap isi berita adalah penanggungjawab atau pemimpin redaksi, bukan wartawannya,” tegas Ratna Komala yang begitu bersemangat dalam presentasinya.

 

Drs. H. Irwan Dai, M.Pd, selaku Assiten III Pemda Boalemo, menjelaskan bahwa di Boalemo sendiri, hampir semua media telah bekerjasama dengan pihak Pemda. Dirinya juga menyampaikan salam hormat Bupati Boalemo yang kebetulan saat itu sedang berada di luar daerah.

 

“Kami berharap, kedepan Dewan Pers bisa berkunjung kembali ke daerah kami yang dikenal dengan destinasi wisata Pulo Cinta,” pinta Irwan Dai.

 

“Atas nama pemerintah daerah kabupaten Boalemo, saya menyampaikan permohonan maaf dari bapak Bupati Boalemo yang tidak bisa bersama anggota Dewan Pers dalam kesempatan ini, salam hormat pak Bupati untuk bapak dan ibu anggota Dewan Pers,” ungkap Irwan Dai saat membuka dialog anggota Dewan Pers dengan pihak Wartawan di Boalemo.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut wartawan media cetak, media elektronik dan media siber yang ada di Boalemo. Dewan Pers sendiri didampingi Kabag Umum Dewan Pers serta pengurus SMSI provinsi Gorontalo.#[KP/Apriyanto Pasisingi]

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker