HUKRIMKONTROLPOLITIK

RIDWAN MONOARFA : TIDAK ADA KEJAHATAN LUAR BIASA YANG DILAKUKAN REMI S. ONTALU

Laporan : Jaringan Berita SMSI
Editor : Arsad Tuna/ Mahmud Marhaba
GORONTALO (KP) – Ridwan Monoarfa, Pengurus Partai Nasdem Gorontalo itu akhirnya angkat bicara. Dengan suara lantang dirinya mengecam tindakan KPUD Kota Gorontalo yang dianggap mencederai proses Pemilu.

Sebagai kader Partai Nasdem, dirinya menyesalkan tindakan KPUD Kota yang mengeluarkan SK KPUD Nomor : 34/PL.01.4-Kpt/7571/KPU-Kot/II/2019 tentang Perubahan Kedua Penetapan Daftar Calon Tetap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Gorontalo tertanggal 22 Pebruari 2019 yang isinya memutuskan, membatalkan dan mencoret nama Remi S. Ontalu dari daftar calon tetap Anggota DPRD Kota Gorontalo.

“Saya menyesal ini terjadi dan dilakukan oleh Komisioner KPUD Kota yang menurut pandangan kami sangat merugikan calon yang diprediksi sebagai calon jadi di Dapilnya. Pencabutan hak politik seseorang harus punya alasan dan bukti pelanggaran yang diatur undang-undang,” ungkap Ridwan Monoarfa.

Dirinya dengan tegas pula mengatakan jika pihaknya tidak akan pernah mengutak-atik apa yang diputuskan oleh Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi.

“Kami menghormati apa yang telah ditetapkan PN dan PT. Dan pihak Remi sudah menjalani hukuman dan membayar denda sebagaimana yang diputuskan oleh hakim. Yang dijalani Remi adalah penetapan Pasal 280, bukan pelangaran atas Pasal 284. Tetapi anehnya KPU menggunakan Pasal 284 sebagai keputusan mengeksekusi Remi Ontalu. Tidak ada bukti jika Remi Ontalu melanggar Pasal 284 yang oleh KPU dijadikan pertimbangan alasan pencoretan,” ungkap Ridwan dengan penuh ketegasan.

Dengan melihat kondisi ini, melalui Kuasa Hukum RBH-RG, maka pihaknya melakukan Somasi kepada KPUD Kota Gorontalo dalam waktu 3 X 24 jam untuk membatalkan keputusan KPU terhadap pencopotan Remi S. Ontalu dari daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Gorontalo.

Dirinya pun mengungkapkan jika Remi Ontalu sudah dengan besar hati menjalani hukuman dan membayar denda. Namun, hak politik dirinya dicabut hanya karena KPU salah membaca penerapan hukum kepada yang bersangkutan.

“Untuk kebenaran ini, saya akan berjuang melalui jalur hukum hingga batas akhir kemampuan saya dan ingin membuktikan jika perjuangan ini semata-mata untuk rakyat Gorontalo. Saya tidak mau pendukung Remi Ontalu dikecewakan oleh karena sebuah kesalahan dari pihak penyelenggara Pemilu dalam hal ini KPUD Kota Gorontalo,” ungkap Ridwan Monoarfa yang telah membutkikan perjuangannya bersama para Buruh di Jakarta, saat dirinya dipercayakan untuk memperjuangkan hak-hak para Buruh.

Menyikapi gugatan berupa Somasi dari pihak Remi S. Ontalu, KPUD Kota Gorontalo akan mempelajari dan mengkaji Somasi tersebut.

“Akan kita pelajari dan kaji, terus kita akan konsultasikan,” ungkap Sukrin kepada wartawan media ini yang tergabung dalam SMSI Gorontalo.#(KP/MM)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
http://Vidyaamaliah.co.id
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button