KONTROL

JUSMAN SYAFII DJAMAL : JIKA SAYA TAK BERTEMU RACHMAD GOBEL, MUNGKIN SAYA HANYA SEBAGAI KARYAWAN BOEING SAJA

Laporan : Jaringan Berita SMSI
Editor : Mahmud Marhaba

 

GORONTALO (KP) – Kesuksesan penganugerahan Nani Wartabone Awars di Gorontalo, Minggu, 3 Maret 2019, tak bisa dipungkiri telah membuka mata para pejabat daerah, politisi, pengusaha, aktivis dan para wartawan.
Sejumlah pejabat mengutarakan kata salut atas acara besar ini. Penghargaan yang disampaikan kepara para pejuang dibidang pertanian, kesehatan, pendidikan, pegiat sosial, bahkan kepada almarhum Pahlawan Nasional Nani Wartabone merupakan langkah kepedulian Rachmad Gobel kepada rakyat Gorontalo.
Namun, dibalik kesuksesan ini tidak lepas dari upaya yang dilakukan oleh seorang Jusman Syafii Djamal, Chairman Matsushita Gobel Foundation. Kehadirannya pada acara tersebut juga merupakan kerinduan dirinya untuk melihat dari dekat perkembangan Gorontalo.
Kepada media ini, Jusman Syafii Djamal menuturkan bahwa dirinya begitu beruntung setelah Pensiun dari IPTN, bertemu dengan Rachmad Gobel. Diakuinya, kesuksesan dan kepercayaan pemerintah sehingga dirinya duduk dalam kabinet tidak lepas dari dorongan dan kepercayaan Rachmad Gobel.
“Pak Rachmad Gobel adalah orang yang terlibat penuh dan membantu saya hingga mendapat kesuksesan, mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk duduk dalam kabinet maupun memimpin perusahan BUMN. Tanpa pak Racmad Gobel saya mungkin hanyalah seorang karyawan boeing tempat dimana saya akan bekerja setelah pensiun dari IPTN,” ungkap Jusman Syafii Djamal.
Jusman Syafii Djamal yang lahir di Kota Langsa, Aceh, 28 Juli 1954 itu, bercerita kisah lama perjumapaannya dengan Rachmad Gobel. Saat dirinya menghadapi putus asa dalam memasuki masa pensiun di IPTN, sosok Rachmad Gobel yang saat itu sebagai Wakil Ketua KADIN menumui dirinya dan berbicara tertang visi Indonesia kedepan.

“Rachmad Gobel menawarkan saya menjadi Ketua Yayasan Matsushita Gobel Foundation dan kami ngobrol panjang lebar. Ketertarikan saya untuk membangun visi 2030, Roadmap 2020, untuk industry di Indonesia, maka saya pun ikut beliau tahun 2005. Mulai saat itu saya diperkelakan dengan keluarganya dan juga tokoh di Jepang.
Diriya bangga melihat sosok Rachmad Gobel yang saat itu berusia usia 26 tahun, memimpin warisan perusahan orang tuanya sendiri. Menghadapi krisis ekonomi 1998, dirinya melihat bagaimana sulitnya menghadapi persoalan itu. namun, dengan kegigihannya, Rachmad Gobel yang sangat peduli dengan pengembangan usaha elektronik di Indonesia, mencoba untuk berpikir bersama keluar dari krisis itu.
“Tanpa pamrih, dirinya mau menemukan Roadmap Industry kelapa sawit, industry tekstil dan industry Jamu. Dan sangat membanggakan, terbitlah sebuah buku dan kami mulai melakukan dialog setiap minggu,” kenang Jusman Syafii Djamal yang pernah menjabat sebagai Komisaris Utama Telkom Indonesia, dan Komisaris Utama Garuda Indonesia sejak tanggal 12 Desember 2014.

Dimata Jusman Syafii Djamal , Rachmad Gobel memiliki spirit yang luar biasa. Orang muda yang memiliki visi besar, memiliki spirit Nasionalisme yang tinggi dan bekerja untuk Indonesia.
Karya terbesar pencapaian tertinggi Rachmad Gobel kata Jusman Syafii Djamal adalah ketika Jokowi mempercayakan Rachmad Gobel sebagai Mentri Perdagangan.
“Sebagai seorang yang memiliki police maker, dirinya dipercayakan oleh Jokowi menjadi Menteri, meski pun kedekatannya bisa dibilang tidak terlalu dekat dan disitulah dirinya membuktikan sebagai seorang professional,” ungkap Jusman Syafii Djamal saat menikmati santai malam di Kota Gorontalo.
Kecintaan Rachmad Gobel untuk Gorontalo, Jusman mengatakan bahwa inilah salah satu wujud kegiatan yang dilakukan untuk menghormati para pejuang daerah ini.
“Perhatian dan bantuan pak Rachmad Gobel untuk Gorontalo tidak perlu diragukan lagi. Untuk daerahnya sendiri, pak Rachmad Gobel telah lakukan sejak dahulu kala. Kita harus bangga dengan pribadi pak Rachmad,” ungkap Jusman Syafii Djamal yang diberi amanah oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjadi Menteri Perhubungan Kabinet Indonesia Bersatu Pertama, menggantikan Ir. Hatta Radjasa.#(KP)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker