HUKRIMPOLITIK

AKHIRNYA, BUPATI DARWIS LAKUKAN KLARIFIKASI KE BAWASLU, ARIE DUKE : APA ARTI PERDAMAIAN GUBERNUR DAN BUPATI BOALEMO 10 PEBRUARI KEMARIN?

Laporan : Jaringan Berita SMSI
Editor : Mahmud Marhaba

 

TILAMUTA (KP) – Bupati Boalemo, Darwis Moridu, akhirnya memenuhi panggilan Bawaslu Provinsi Gorontalo untuk memberikan klarifikasi terkait laporan terhadap dirinya yang diduga melakukan pelanggran saat dirinya berkampanye dialogis pada 3 Pebruari 2019 di Mananggu.
Atas pernyataanya dalam dialog kampaye itu, pihak lawan politik melaporkan hal ini ke Bawaslu provinsi Gorontalo sebagai pelanggran Tindak Pidana Pemilu.
Inggrid Bawias, SH., MH yang merupakan Penasehat Hukum Bupati Boalemo mengatakan jika klainnya telah memberikan keterangan klarifikasi kepada Bawaslu Provinsi Gorontalo di kantor Bawaslu Boalemo, pada Selasa, 26 Pebruari kemarin.
Ajakan Bupati Boalemo, kepada kadernya sendiri untuk tidak memilih calon dari partai lain pada kampanye dialogis saat itu, ungkap Ingrid Bawias, sebagai akumulasi kekesalannya terhadap beberapa persoalan, diantaranya ketidakhadiran anggota DPRD dari partai tertentu saat Paripurna tahun 2017. Bupati Boalemo, ungkap Ingrid, menilai jika ketidakhadiran anggota DPRD itu sebagai bukti ketidakseriusan anggota DPRD Boalemo yang tidak hadir saat itu, menunjang program pemerintah Boalemo.
“Sebagai pejabat negara, Bupati Boalemo memberikan contoh terhadap proses hukum ini, Bupati Boalemo mememnuhi panggilan dari Bawaslu provinsi untuk memberikan klarifikasi atas laporan terhadap dirinya,” ungkap Ingrid Bawias kepada media ini yang tergabung di Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) provinsi Gorontalo, Jumat (01/03/2019).
Pengacara wanita muda dan energik ini mengatakan jika tindakan yang dilakukan Bupati Darwis sebagai wujud dari kegigihan Bupati untuk membela rakyatnya.
“Pada intinya, statement bapak pada orasi tersebut adalah bentuk perhatian bapak Bupati untuk rakyatnya sendiri. Beliau totalitas membela kepentingan rakyat, apapun yang membuat rakyatnya susah, beliau akan lawan,” ungkap Ingrid menambahkan pernyataannya kepada media ini sambil menegaskan jika bahwa pihaknya akan mengawal kasus ini sampai proses selesai.
Sementara itu, Arie Duke yang juga sebagai Penasehat Hukum Bupati Boalemo menyesalkan jika laporan ini bisa berlanjut. Menurutnya, makna dari perdamaian antara Bupati Boalemo dengan Gubernur Gorontalo harus diwujudkan dengan menarik seluruh laporan yang terjadi sebelumnya.
“”Menurut saya harusnya laporan ini tidak mesti terjadi jika perdamaian antara Gubernur dan Bupati Boalemo itu memang benar-benar damai tanpa meninggalkan lagi masalah hukum. Sebab jika mau, Pak Bupati juga bisa saja melapor hal yang sama ke Polda, tapi khan itu tidak dilakukan karena sudah ada perdamaian,” ungkap Arie Duke.
“Tapi kalau begini ceritanya, berarti khan Pak Bupati yang dirugikan, padahal notabene yang lapor di Polda dan Bawaslu adalah anakbuahnya sendiri, yang sampai hari ini kasus itu masih berlanjut. Ini khan ngga fair. Makanya dari dulu saya pertanyakan, Damai yang hari Minggu tanngal 10 Februari itu maksudnya apa?” tanya Arie Duke dengan penuh keheranan.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan media ini mencoba melakukan konfirmasi ke Gubernur Gorontalo dan pihak Humas Pemprov terkait pernyataan Penasehat Hukum Bupati Boalemo. Diketahui, Gubenur Gorontalo saat ini mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungannya ke Gorontalo.#(KP/MM)

#(KP/MM)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker