HUKRIMKONTROL

KAJATI DIDESAK SEGERA UNGKAP TERSANGKA DUGAAN KORUPSI PENGADAAN TANAH GORR

Laporan : Jaringan Berita SMSI

Editor : Mahmud Marhaba

 

GORONTALO (KP) – Dugaan Kasus korupsi pengadaan tanah milik pemerintah provinsi Gorontalo terus saja diseriusi pihak Kejaksaan Tinggi Gorontalo. Kasus yang melibatkan 1.200 saksi itu kini perkaranya sedang dalam audit pihak BPKP Gorontalo.

 

Pasca diserahkannya dokumen terkait kasus ini ke Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) beberapa pekan kemarin,

 

Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo, DR. Firdaus Dewilmar, SH., M.Hum, Jumat, 25 Januari 2019 lalu mengakui jika dirinya memimpin gelar perkara kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan GORR di kantor BPKP Gorontalo.

 

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) MERDEKA provinsi Gorontalo, Imran Nento, mengatakan pihanya mengapresiasi kerja Kejaksaan Tinggi Gorontalo dan BPKP Gorontalo terkait pengungkapan dugaan kasus korupsi GORR yang cukup menyita perhatian penggiat anti korupsi.

 

Dirinya berharap kepada Jaksa Penyidik dan BPKP agar segera menyimpulkan dan menyerahkan ke Jaksa hasil dari audit yang diduga merugikan negara mencapai 90 milyar.

 

“Dengan begiru, Kejati segera mengambil langkah untuk pemanggilan dan pemeriksaan kepada para calon tersangka yang terindikasi paling bertanggung jawab dalam kasus GORR ini, bahkan segera mengumumkan siapa-siapa para tersanngka dan menahanya,” ungkap Imran Nento kepada wartawan media ini, Sabtu (16/02/2019).

 

“Jangan diulur kasus ini, segera diproses karena ini adalah perintah undang-undang. Jangan pula kasus ini dikait-kaitkan dengan persoalan politik sehingga jika memungkinkan kasus ini sudah terekpose tersangkanya sebelum pesta demokrasi digelar. Hargai proses hukum karena ada perbuatan melawan hukum dan penyimpangannya cukup besar,” jelas Imran yang sangat konsisten mengawal proses kasus ini sejak awal.

Sementara itu, Koordinator Pengawas Bidang Investigasi, Muchtazar enggan memberikan jawaban terkait progres audit BPKP kasus dugaan korupsi pengadaan tanah proyek GORR. “Maaf, silahkan menghubungi pimpinan. Jika ada perintah pimpinan untuk menjelaskan hal ini maka saya akan jelaskan,” ungkap Muchtazar kepada media yang tergabung di Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) provinsi Gorontalo.#(KP)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker