HUKRIM

KAPOLRES GORONTALO KOTA AMANKAN 9 SENJATA TAJAM DI ANDALAS

Laporan : Jaringan Berita SMSI

Editor : Ismail Abas/ Mahmud

 

KOTA GORONTALO (KP) – Menindaklanjuti Kasus dugaan pengrusakan Caffe yang terjadi beberapa hari lalu di Terminal 42 Andalas, yang diduga dilakukan oleh dua kelompok preman yang saling bermusuhan itu langsung diresponi oleh Kapolres Gorontalo Kota, AKBP. Robin Lumban Raja. Dirinya bersama aparat Polres Gorontalo Kota turun langsung dalam oprasi premanisme, Kamis (31/01/2019) Pukul 23.40 Wita malam tadi.

 

Kapolres Gorontalo Kota yang didampingi oleh Waka Polres Kompol Wawan Andi S, bersama sejumlah anggota tim lainnya mendatangi langsung kediaman salah satu preman yang bertempat di jalan Andalas, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo.

 

Saat didatangi kondisi di tempat itu aman terkendali. Meski begitu, aparat Kepolisian tetap melakukan penggeledaan di kawasan rumah preman tersebut. Alhasil, ditemukan 9 sentaja tajam (2 tombak dari bahan kuningan dan 7 golok). Sementara terdapat 6 orang yang diduga pengikut AA yang saat penggeledahan berada dibelakang rumah AA.

 

Dirinya mengaku senjata tajam yang ditemukan itu untuk hanya untuk penjagaan diri saja. Meski begitu aparat Kepolisian tetap menyita barang tersebut dan langsung dibawah ke Polres Gorontalo Kota.

 

 

Kapolres Gorontalo Kota mengatakan dirinya akan terus melakukan pengaman agar tidak terjadi konflik antara dua kelompok preman tersebut.

 

“Kami lakukan antisipasi ini untuk jaminan keamanan dan kenyamanan masyarakat Kota Gorontalo, harapan kami konflik antara kelompok preman ini tidak akan membesar dan dapat diselesaikan dengan cara musyawara,” ucap AKBP. Robin Lumban Raja sambil menegaskan untuk proses selanjutnya akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut dari mana barang tajam tersebut di produksi.#(KP)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker