KONTROL

PETANI MENGELUH KEBUTUHANNYA, INI JANJI MENTERI PERTANIAN BUAT MEREKA.

Laporan : Jaringan Berita SMSI

Editor : Mahmud Marhaba

GORONTALO (KP) – Dialog Forum Merdeka Barat 9 dengan tema Pembanguan SDM dan Sektor Pertanian, yang dilaksanakan oleh Kementrian Kominfo berlangsung di Pendopo Kediaman Gubernur Gorontalo, Rabu (30/01/2019) menghadirkan pembicara Menteri Pertanian, Amran Andi Sulaiman bersama Gubernur Gorontalo.

Menteri Pertanian dalam pemaparannya banyak menyinggung tentang keberhasilan pemerintahan Jokowi – Jusuf Kalla selama periode berjalan. Dialog yang dihadiri utusan petani, pelaku IKM dan wartawan media cetak, elektonik dan media online di Gorontalo itu dipandu oleh Wakil Rektor I Universitas Negeri Gorontalo, Prof. DR. Ir. Mahludin Baruadi, MP.

Amran Sulaiman menegaskan jika saat ini Indonesia telah menjadi pemain pertama Pangan dunia. Ini dibuktikan dengan beberapa komoditi yang sukses di ekspor keluar negari. Bahkan dirinya mengatakan jika angka kemiskinan saat ini turun signifikan di era kepemimpinan Jokowi – JK.

Dalam sesi dialog yang dipandu Prof Mahludin Baruadi itu, 3 utusan masyarakat mengungkapkan keberadaan kondisi petani di Gorontalo. Berbagai kebutuhan pun disampaikan untuk kepentingan kelompok petani saat ini.

Jaruadi, pelaku Pertanian menghendaki agar pengadaan progran perbenihan 1000 desa diharapkan tetap menjadi program pemerintah saat ini. Berbeda dengan Anton Ahmad, selaku pelaku IKM dari Segar Alam Bongomeme, mengharapkan agar pemerintah menetapkan standar harga kopra dan kelapa. Penetapan harga ini sangat dibutuhkan apalagi saat panen tiba. Anton mengkhawatirkan jika  harga turun maka dkan berpengaruh angka kemiskinan yang tinggi. Dirinya pun meminta agar Menteri Pertanian memberikan bantuan alat pengeloh minyak kepada IKM.

Demikian juga dengan pelaku jagung, Ismet Tangahu. Kepada Menteri dirinya menegaskan jika alat pengering jagung menjadi sebuah kebutuhan yang mendesak dalam proses percepatan produksi untuk dipasarkan lebih cepat. Kehadiran home industri sudah harus menjadi target pemerintah kedepan untuk kesejahteraan petani.

Menteri dalam penjelasannya mengatakan untuk persoalan benih jagung diputuskan untuk menggunakan bibit lokal yang memiliki kualitas yang bagus. “Bibit diambil di Gorontalo, jangan dari tempat lain, kecuali jika ada kekurangan. Bibir wajib dijaga kualitasnya,” ungkap Menteri yang disambut gembira oleh peserta.

Sementara untuk alat pengering jagung yang harganya berkisar 115 juta/ unit, Menteri dengan tegas menyanggupi permintaan kelompok tani dari 10 unit, disetujui menjadi 20 unit. “Alat pengering jagung untuk seluruh Indonesia memiliki anggaran 1 Triliun, dan untuk Gorontalo akan ditambahkan pengadaannya,” janji Menteri yang membuat wajah petani saat dialog berseri-seri.

Menariknya, disesi terakhir, ada 2 orang ibu yang mengajukan industri sandal dan industri jaket. Ini baginya sangat berlasan kuat karena di Gorontalo banyak hotel serta banyak kampus yang berdiri dengan jumlah mahasiswa yang banyak. “bagaimana sandal hotel ini dibuat di Gorontaloo. Demikian juga dengan pengadaan jas almamater kampus,” pintanya.

Sementara seorang ibu petani kopi Pinogu berharap agar kopi Pinogu dikembangkan dengan baik. “Alat pengolahan kopi sangat dibutuhkan, bahkan sampai pada kemasan kopi dilakukan di daerah ini,” ungkap seorang ibu dengan wajah berseri.#(KP)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Vidiyaamaliah.co.id
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button