HUKRIMKONTROL

BPKP SEGERA TERBITKAN SURAT TUGAS AUDIT PKKN UNTUK KASUS DUGAAN KORUPSI GORR

Laporan : Jaringan Berita SMSI

Editor : Mahmud Marhaba

 

GORONTALO (KP) – Perkembangan penanganan dugaan korupsi kasus GORR mulai menemui titik terang. Pihak Kejaksaan Tinggi tidak tinggal diam. Lembaga ini terus melakukan percepatan atas penyelesaian dugaan korupsi yang melibatkan 1.200 saksi.

Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo, DR. Firdaus Dewilmar, SH., M.Hum mengatakan jika pihaknya telah melakukan gelar perkara. Namun, menariknya dari gelar perkara tersebut, Firdaus mengungkap jika pihaknya memberikan data selengkap mungkin bahwa dengan 2 versi terhadap saksi dugaan kasus korupsi tersebut.

“Kami berikan data 2 veris terkait saksi dugaan kasus korupsi GORR. Ada 900 data penerima ganti rugi dan ada juga data yang berbeda sejumlah 1.200 saksi. Itu sudah kami serahkan dalam bundelan yang banyak,” ungkap Dewilmar kepada media ini, Jumat (25/01/2019) pekan kemarin.

Ketika ditanyakan kembali terkait kejelasan 2 versi pengajuan saksi penerima dana ganti rugi tanah proyek GORR, Kajari mengatakan jika pihaknya menyerahkan data awal 900 saksi yang sudah menerima dana ganti rugi, sementara ada 1.200 saksi penerima tanah pasca diungkapnya kasus pengadaan tanah oleh pihak Pemprov.

Sementara itu, Koordinator Pengawas Bidang Investigasi, Muchtazar, membenarkan terkait adanya gelar perkara yang dilakukan di kantor BPKP pekan kemarin. Dirinya pun membenarkan jika perkara terkait dugaan korupsi proyek pengadaan tanah GORR diserahkan sebanyak 1.200 saksi.

Pihak BPKP saat ini sedang menelaah kelengkapan bukti-bukti termasuk BAP 1.200 saksi,” ungkap Muchtazar kepada media ini yang tergabung pada Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) provinsi Gorontalo, Selasa (29/01/2019).

Proses selanjutnya, pihak BPKP akan melakukan telaah terhadap berkas Berita Acara Perkara (BAP) dan kemudian akan mengeluarkan atau menerbitkan Surat Tugas Audit perhitungan kerugian keuangan Negara (Audit PKKN).

“Kami akan melakukan telaah terhadap berkas BAP dan kemudian akan menerbitkan Surat Tugas Audit perhitungan keuangan Negara,” tegas Koordinator Pengawas Bidang Investigasi.

Ketika ditanya soal target penyelesaian audit, dengan tegas dirinya mengatakan jika proses ini akan dilakukan setelah telaah dokumen selesai.

“Secepatnya, banyak lho dokumennya, sabar mas,” jawab Muchtazar singkat.#(KP)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker