HUKRIMPOLITIK

TERKAIT KASUS REMI S. ONTALU, INI TANGGAPAN KETUA DPD NASDEM KOTA GORONTALO

Laporan : Jaringan Berita SMSI

Editor : Mahmud Marhaba

 

GORONTALO (KP) – Pasca ditetapkannya Remi S. Ontalu sebagai Tersangka atas Tindak Pidana Pemuli (TP Pemilu) yang dikuatkan dengan putusan Praperadilan, Kamis 23 Januari 2019 kemarin tidak membuat tim kampanye daerah Partai Nasdem provinsi Gorontalo tinggal diam.

 

Hal ini disampaikan Ketua DPD Nasdem Kota Gorontalo, Dr. Charles Budi Doku, Sabtu (26/01/2019) kepada media ini yang tergabung pada Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) provinsi Gorontalo.

 

CBD demikian dirinya disapa mengatakan bahwa pihaknya mengawal kasus ini dan menunjuk kuasa hukum Tim RG DR. Arie Duke, untuk melakukan pembelaan terhadap proses hukum kader Partai Nasdem. Dirinya mengatakan bahwa, proses hukum yang berjalan tetap dikawal. Upaya ini bentuk dari perhatian dan konsitensi Partai membela kader dan anggotannya.

 

Selaku Pengurus Partai, dirinya menepis isue yang selama ini berkembang bahwa pihak Nasdem banyak campur tangan dengan masalah hukum dan seolah-olah kebal hukum.

“Tidak benar anggapan seperti itu. Kami malah mensuport proses jalannya hukum agar semua bejalan normatif tanpa ada tekanan dari pihak manapun termasuk partai Nasdem,” ungkap CBD.

 

Sebagaimana yang disampaikan pihak Kabid Humas Polda Gorontalo terkait proses penetapan Remi S Ontalu sebagai Tersangka, berawal pada hari Minggu 18 November 2018 sekitar pukul 16.00 Wita sampai 17.00 Wita di jalan Arif Rahman Hakim kelurahan Liluwo Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo telah terjadi dugaan pelanggaran TP Pemilu, dimana Remi Ontalu menjanjikan uang atau materi lainnya kepada peserta Pemilu yang diduga keras dilakukan oleh dirinya.  Remi S ontalu selaku Caleg DPRD Kota Gorontalo Dapil 3 nomor urut 4 dari salah satu Partai, dimana pada saat pelaksanaan kampanye rapat terbatas tersebut Caleg lainnya.

 

Dalam keterangan Kabid Humas Polda Gorontalo, Remi dalam orasinya menyampaikan dihadapan masyarakat atau peserta kampanye berjumalh kurang lebih 150 orang memberikan santunan duka sebesar 500.000,- ribu. Penyampaian janji tersebut didengar langsung dan direkam oleh salah satu Panwascam Kota Tengah yang saat itu hadir melakukan Pengawasan kegiatan kampanye dan selanjutnya oleh pihak Pawascam hal tersebut dilaporkan ke pihak Bawaslu Kota Gorontalo guna proses lebih lanjut.

 

“Kami melihat bahwa ini adalah program Partai yang siap dijalankan Remi S. Ontalu pada masa depan. Ini sama yang dilakukan oleh para Caleg lainnya. Jadi tidak ada masalah jika ini dilakukan oleh yang bersangkutan. Tugas Panwas melakukan pencegahan agar tidak terjadi pelanggaran. Jika ada pelanggaran, maka pihak Panwas bisa menghentikan kegiatan,” ungkap CBD dengan penuh semangat.

 

Dirinya berharap agar kedepan pihak penyelenggara Pemilu lebih selektif dan objektif menilai sebuah peristiwa dan bagaimana melakukan pelaporan yang sesuai dengan fakta, sehingga tidak ada yang merasa dirugikan dengan keputusan tersebut.

 

“Seharusnya ini bisa dicegah lebih awal dengan menghentikan kampanye tersebut. Tapi sangat disayangkan ini dibiarkan dan seolah-olah menjebak yang bersangkutan dan dilaporkan sebagai tindakan pelanggran Pemilu,” tutup CBD dengan penuh kekecewaan.#(KP)

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker