HUKRIM

HAKIM PUTUSKAN, STATUS TERSANGKA REMI S. ONTALU OLEH SENTRA GAKKUMDU POLRES GORONTALO KOTA SAH

Laporan : Jaringan Berita SMSI

Editor : Mahmud Marhaba

 

GORONTALO (KP) – Penetapan status tersangka kasus Tindak Pidana (TP) Pemilu kepada tersangka Remi S. Ontalu berbuntut panjang. Tim kuasa hukum Pemohon, DR. Arie Duke, SH., MH melakukan gugatan Praperadilan pada kantor Pengadilan Negeri Gorontalo. Gelar sidang Praperadilan pun sudah dimulai sejak Selasa (22/01/2019) pukul 09.15 wita bertempat di Pengadilan Negeri Kota Gorontalo dengan objek perkara adalah penetapan Tersangka Tindak Pidana Pemilu oleh Sentra Gakkumdu Polres Gorontalo Kota.

 

Press relesase yang disampaikan pihak Humas Polda Gorontalo kepada media ini mengatakan jika gelar sidang Pra Peradilan oleh pihak Pengadilan Negeri Gorontalo, Kamis (24/01/2019) merupakan yang ketiga kalinya.

 

Remi S. Ontalo sebagai Pemohon gugatan Pra Peradilan dalam kasus ini, sementara Termohon/ Tergugat adalah Kapolri Cq, Kapolda Cq, Kapolres Gorontalo Kota Cq, Kasat Reskrim Gorontalo Kota. Tim kuasa hukum Pemohon diantaranya Dr. Duke Ari Widagdom SH., MH  Dkk sedangkan Tim Kuasa Hukum Termohon dipimpin langsung oleh Kabid Kum Polda Gorontalo AKBP Rony Yulianto, SH., SIK beserta Tim dengan Hakim tunggal Ngguli Liwar Mbani Awang, SH dan panitera Awal Ratna Margasari SH., SE.

Ditetapkan Remi S Ontalu sebagai Tersangka, berawal pada hari Minggu 18 November 2018 sekitar pukul 16.00 Wita sampai 17.00 Wita di jalan Arif Rahman Hakim kelurahan Liluwo Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo telah terjadi dugaan pelanggaran TP Pemilu, dimana Remi Ontalu menjanjikan uang atau materi lainnya kepada peserta Pemilu yang diduga keras dilakukan oleh dirinya.  Remi S ontalu selaku Caleg DPRD Kota Gorontalo Dapil 3 nomor urut 4 dari salah satu Partai, dimana pada saat pelaksanaan kampanye rapat terbatas tersebut Caleg lainnya.

Dalam keterangan Kabid Humas Polda Gorontalo, Remi dalam orasinya menyampaikan dihadapan masyarakat atau peserta kampanye berjumalh kurang lebih 150 orang memberikan santunan duka sebesar 500.000,- ribu. Penyampaian janji tersebut didengar langsung dan direkam oleh salah satu Panwascam Kota Tengah yang saat itu hadir melakukan Pengawasan kegiatan kampanye dan selanjutnya oleh pihak Pawascam hal tersebut dilaporkan ke pihak Bawaslu Kota Gorontalo guna proses lebih lanjut.

Sesuai dengan tahapan penanganan perkara TP Pemilu, diawali dengan pembahasan di Sentra Gakkkumdu hingga akhirnya ditetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka hingga berujung gugatan praperadil.

Arie Duke selaku kuasa Pelapor pada Praperadilan mengatakan jika pihaknya mengajukan Praperadilan karena proses penyidikan yang tidak sesuai Pasal 25 ayat 5 Perbawaslu 31 Tahun 2018.

“Pada saat pemeriksaan Saksi dan pemeriksaan Tersangka harusnya didampingi oleh Jaksa tapi pada saat itu baik saksi maupun Tersangka tidak didampingi oleh Jaksa. Kita melihat bahwa proses Penyidikannya tidak sah, sehingga kami mempraperadilankan terhadap petetapan Tersangka pada klain kami,” ungkap Arie Duke kepada media ini yang tergabung pada Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) provinsi Gorontalo.

 

Kabid Hukum Polda Gorontalo AKBP Rony Yulianto, SH., SIK usai sidang mengatakan jika pada sidang hari ke-3 tersebut, sebelum sidang berjalan, pihaknya menyampaikan interupsi kepada hakim.

 

“Hari ini merupakan hari ke -3 pelaksanaan sidang Praperadilan dengan obyek perkara penetapan Tersangka atas nama Remi S. Ontalo oleh Penyidik Sentra Gakkumdu Polres Gorontalo Kota. Tadi sebelum sidang dimulai kami mengajukan interupsi kepada Hakim dimana berdasarkan pasal 82 ayat (1) huruf d KUHAP, putusan MK nomor 102/PUU/VIII/2016 dan Perma nomor 4/2016 tertuang yang intinya bahwa permintaan Praperadilan dinyatakan gugur ketika telah dimulainya sidang pertama terhadap pokok perkara yang dimohonkan Praperadilan dan atas interupsi tersebut, Hakim Tunggal meminta persetujuan kepada para pihak untuk menscorsing sidang selama 1 jam untuk menyusun putusan,” terang Rony yang pernah menjabat sebagai Kapolres Gorontalo Kota itu.

 

“Dan syukur Alhamdulillah tadi Hakim dalam amar putusannya menyatakan bahwa permohonan Praperadilan pemohon sudah gugur,” jelas Rony.

 

Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP Wahyu Tri Cahyono, SIK dalam kesempatan lain menjelaskan bahwa gugatan Praperadilan TP Pemilu yang terjadi merupakan kali pertama di Indonesia.

“Gugatan Praperadilan dengan obyek Perkara penetapan Tersangka dalam TP Pemilu yang terjadi di Gorontalo mungkin ini kali pertama di Indonesia. Praperadilan ini sah diajukan oleh tersangka dalam tingkat pemeriksaan penyidikan, karena fungsi dari Praperadilan adalah sebagai alat kontrol atas upaya paksa yang dilakukan oleh penyidik termasuk dalam hal penetapan Tersangka, agar tidak terjadi kesewenang-wenganan/abuse of power,” terang Wahyu.

“Dengan putusan yang telah ditetapkan oleh Hakim yang menyatakan Permohonan Praperadilan Pemohon sudah gugur, maka penetapan Tersangka yang telah dilakukan oleh penyidik Sentra Gakkumdu Polres Gorontalo Kota adalah sah,” tegas Wahyu sambil menjelaskan keterangan dari Kabid Kum dimana perkara tersebut sudah mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Gorontalo.#(KP)

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker