oleh

TERNYATA ISSUE PECAH KONGSI ITU BERAWAL DARI PORSI JABATAN WABUP DIANGGAP SEBAGAI PAJANGAN

Laporan : Jaringan Berita SMSI

Editor.    : Mahmud Marhaba

 

GORUT (KP) – Berbagai macam tantangan di hadapai oleh paket IQRA, (sebutan untuk pasangan Indra Yassin dan Thariq Modanggu) sejak dari masa pencalonan dan bahkan sampai sekarang sudah resmi menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo Utara periode 2018-2023. Tantangan yang dirasa “tidak mengganggu” jalannya proses pemerintahan daerah ini tetap saja mempengaruhi dinamika politik lokal.

 

Hal ini di akui oleh Wakil Bupati Gorontalo Utara , Thariq Modanggu, saat wawancara secara eksklusif dengan salah satu Redaktur kabarpublikgo.info  yang tergabung pada Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Gorontalo saat berada di salah satu warkop di Kota Gorontalo.

 

Secara politis hal ini cukup memberi warna pada dinamika perpolitikan di Gorut, namun secara umum tidak mengganggu sistim pemerintahan yang sedang berjalan.

 

Hal ini wajar saja terjadi, issu tentang pecah kongsi, prediksi tentang berfungsi atau tidaknya Wabup, dan berbagai macam issu lainnya itu ternyata mirip cerita komik yang peristiwanya hanya menurut imajinasi penulis komik itu, kata Wabup sambil tertawa lepas.

 

“Ada anggapan bahwa suatu saat Pak Thariq akan menjadi lambang saja sebagai Wakil Bupati dan tidak akan diberi wewenang apapun oleh Bupati Indra Yassin, ternyata anggapan ini sangat jauh dari kenyataan yang ada. Buktinya seperti apa yang saudara lihat sekarang, saya biar malam seperti ini menjalankan tugas pemerintahan sebagai Wabup atas restu pak Bupati, dimana letak kebenaran anggapan segelintir orang bahwa Pak Indra itu tak memberi porsi kepada Wakilnya???” urai Thariq Modanggu yang saat itu usai melakukan dialog dengan Dinas PMD dan Tenaga Pendamping Proffesional Indonesia (TPPI) Program P3MD Kemendesa.

 

“Kesamaan Visi dan Misi dalam membangun daerah ini adalah modal bagi saya dan pak Indra Yassin dalam menjalankan roda Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan di Daerah paling bungsu di Propinsi Gorontalo ini. Insya Allah dengan Modal itu, kami akan langgeng selama 5 tahun ke depan,  sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo Utara yang mengayomi seluruh rakyat Gorontalo Utara,” kata Wabup Gorut yang juga mantan Ketua Komite Pembentukan Kabupaten ini mengakhiri pembicaraannya.#(KP/Arsad Tuna)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Komentar

News Feed