KONTROL

TERYATA PENERIMA GANTI RUGI LAHAN GORR JUMLAHNYA BERBEDA. INI DATA TERKINI DARI KEJATI

Laporan : Jaringan Berita SMSI

Editor : Mahmud Marhaba

 

GORONTALO (KP) – Terlalu banyak tudingan miring yang diarahkan ke Lembaga Kejaksaan Tinggi terkait dengan pengungkapan kasus dugaan Korupsi pengadaan tanah pembangunan GORR di provinsi Gorontalo. Meski banyak yang mengapresiasi pembangunan jalan lingkar ini, namun Kejaksaan melihat dari kaca mata hukum adanya dugaan Korupsi yang sangat tinggi terjadi.
Hal ini diungkap secara gamblang oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo, Firdaus Dewilmar, kepada wartawan media ini diruang kerjanya, Kamis (03/01/2019).

 

Dikatakan Firdaus, tudingan miring sampai ke telinga dirinya diantaranya adanya kepentingan politik yang kuat karena Kepala Kejaksaan Agung adalah orang dari salah satu petinggi Partai Politik.
Namun sesungguhnya, Firdaus mengatakan bahwa kasus ini terbilang sangat unik dengan melibatkan banyak terperiksa yang mencapai 1000 orang lebih.

 

Menariknya lagi, adanya dugaan kerugian negara hingga mencapai 80 persen dari total anggaran proyek senilai 115 milyar rupiah.
Namun, ditengah dirinya memberikan keterangan, ada data terbaru yang cukup mengcengangkan wartawan saat itu. Ini terkait dengan hasil pemerikasaan jumlah penerima ganti rugi tanah GORR yang sedang diburu penyelesaiannya oleh tim penyidik Kejaksaan Tinggi Gorontalo.
Dari hasil pemeriksaan sementara, terungkap data penerima ganti rugi tanah yang berbeda. Dirinya mengatakan, terjadi 3 kali perubahan data penerima ganti rugi tanah yang dibayarkan oleh pihak pemerintah.

 

“Saat pertama kali kami melakukan pemeriksaan, ada 800 orang lebih penerima ganti rugi tanah tersebut. Anehnya, setelah itu menurun menjadi 200 penerima ganti rugi. Namun, data terakhir, ternyata berubah jumlahnya meloncak menjadi 1.200 orang. Inilah keanehan yang terjadi dalam proyek GORR ini,” ungkap Kejati dengan tegasnya.
Dengan demikian tegas Kajati, persoalan GORR tidak ada hubungan dengan politik, ini menurutnya adalah murni dugaan kriminal.
“Jadi jangan bawa lembaga ini ke issue politik. Ini murni dugaan korupsi yang mencapai 80 persen kerugian negara,” ungkap Kajati.
Namun, wartawan pun balik bertanya kepada Kajati jika persoalan ini hanya sampai didengung-dengungkan akan segera diproses. Mendengar hal itu Kajati pun langsung merespon dan mengatakan jika hal ini harus dilakukan secara cermat dan benar-benar falid.
“Ya….mau bilang apa. Tinggal selangkah lagi khan. Semua sudah terang benderang dan dugaan korupsi ini sangat tinggi. Saya sangat komitmen dengan persoalan korupsi, apalagi kami memperoleh award se Indoneisa,” tegas Kajati kepada wartawan yang tergabung di Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) cabang Gorontalo.#(KP)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker