OPINI

RINDU KETELADANAN GUSDUR

Oleh : Nurhadi Taha (Pengiat literasi)

 

Kesederhanaan KH Abdurahman Wahid dan keberpihakannya terhadap kemanusiaan merupakan keteladanan yang tak lekang oleh Zaman. Gusdur menerima semua kalangan yang datang padanya dan memperlakukan mereka tanpa membeda-bedakan. Baginya Kebhinekaan merupakan rahmat yang harus dirawat bersama demi persatuan Bangsa Indonesia.

Presiden Ke 4 RI berpenampilan sederhana, selain itu Gusdur senantiasa Zuhud, ia merawat kasih sayang dan juga merawat persatuan umat, ketika politik negeri mengalami masa transisi di Tahun 2001. Saat bola salju politik memanas, Gusdur mencoba mengambil langkah yang bijak dan tepat, saat mendengar rencana pendukung Gusdur akan berbondong – bondong ke Jakarta, guna membela Gusdur mati – matian. Gusdur tidak menghendaki pertumpahan darah, karena ia memikirkan bagaimana Nasib Rakyat, apabila hal itu terjadi, ia melarang pendukungnya datang ke Jakarta. Ia juga di saat meninggalkan istana hanya menggunakan celana pendek dan mengenakan kaus, ia melambaikan tangan. Ia menanggalkan kekuasaan itu dengan ringan saja tanpa ada beban apapun.

Gusdur adalah teladan bagi pemimpin saat ini, bahwasahnya yang lebih penting dari kekuasaan dan politik adalah kemanusiaan dan mari kita semua dalam momentum politik Pileg dan Pilpres kita ingatkan pada semua pemimpin partai politik. Pemimpin daerah untuk tidak mengorbankan nilai – nilai kemanusiaan demi kekuasaan semata.

Gusdur disaat memimpin negeri ini banyak kebijakannya yang berpihak pada kaum marjinal itu menujukkan nilai kemanusiaannya. Di era Gusdur kelompok Tionghoa, bisa menjalankan tradisi ada dan budaya mereka. Gusdur pun yang membebaskan pers dari kungkungan Departemen penerangan yang selalu mengkabiri kebebasan pers dalam melakukan pemberitaan. Gusdur pula yang memisahkan TNI dan Polri menjadi sebuah kesatuan yang berbeda karena menurutnya tupoksi TNI dan Polri dari akar sejarahnya berbeda sehingga perlu dibagi peran antara kedua lembaga ini.

Ketokohan dan perjuangan selalu nyata dalam kehidupannya, ia bukan saja menjadi tokoh pemimpin tetapi ia adalah tokoh kebebasan umat dan juga pemersatu semua Ras dan Golongan bangsa ini, rindu dengan pikiran pikiran Gusdur.
Kita mungkin bercermin dari Gusdur agar situasi kebangsaan kita saat ini akan lebih tentram dan manusiawi melihat problematika kebangsaan kita hari ini.##

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker