OPINI

JOHN ARIO KATILI DALAM KENANGAN, ANTARA GORONTALO DAN DUNIA

Oleh : Nurhadi Taha.

Penulis (koordinator Taha Institut)

 

LANGIT yang setia memayungi Kampung Bugis Gorontalo, belum lagi terang, hamparan embun segar singgah memenuhi wajah daun, dingin menyelinap sayup terbawa angin, Juni menyapa, seolah ingin mengimbangi terik menyengat.
Tepat Minggu 9 Juni 1929 Sosok anak lahir dari pasangan Abdullah Umar Katili dan Tjimbau yang di beri nama John. Nama ini terinspirasi dari salah seorang pemenang renang gaya bebas John Wissmuller, yang memenangkan Olimpic Games secara berturut turut, yang setahun kemudian ia menjadi dambaan gadis di seluruh dunia karena ketampanannya.
Seperti itulah Nama sosok John kemudian Abdullah pun menambahkan nama Ario yang di usulkan oleh sepupunya, Mitu yang ingin menambahkan Ario yang merupakan Doa bahwa suatu kelak anak ini akan menjadi pembesar yang dalam bahasa Jawa kata Ario merupakan salah saru keturuanan ningrat di Jawa, Adipati Ario.

John Ario Katili sosok anak yang terlahir dari keluarga sederhana. Sumbangsih pemikirannya telah banyak menorehkan tinta sejarah perjalanan kebangsaan kita. Ia adalah sosok Arkeolog yang di miliki oleh bangsa ini. Berkat ketekunan dan semangatnya dalam mencari pengetahuan, sehingga banyak bukunya yang membahas tentang penyelamatan Bumi dan Alam.
Hal inipun telah ia patrikan tidak sekedar pada bangsanya tetapi pada dunia, sehingga tidak heran dengan modal keilmuannya itu, ia diangkat menjadi presiden Pertama Asosiasi Perhimpunan Ahli Geologi Asia Tenggara. Ia juga salah satu anggota Riset Akademi ilmu pemgetahuan Amerika Serikat ( USA National Academy Of Sciences) serta akademi Ilmu pengetahaun Islam Se Dunia dan berbagai hal yang dipercayakan kepadanya, baik itu Riset dan jabatan pemerintahan yang berhubungan dengan ilmu Geologi lainnya.

John Ario Katili, semasa hidupnya ia menyelesaikan studinya Fipia UI , Bandung yang merupakan embrio dari ITB. Ia lulus sarjana pada Fipia pada 9 November 1956, setelah itu ia diangkat menjadi asisten Ahli di kampus itu. Pekerjaan Asisten Ahli tersebut membawa John Ario Katili mendapatkan tiket beasiswa pada tanggal 29 Juni 1957. Ia meminta cuti diluar tangungan negara dan melanjutkan studinya selama setahun di Universitas Inssbruck, Austria atas biaya Rotari Foundation. Di Austrialah ia mendalami ilmu Geologi dan ia bertemu dengan para pakar dan guru besar ilmu kebumian saat ia menyusun disertasinya. Ia banyak mendalami berbagai struktur geologi di Indonesia. Dirinya diajak oleh guru besarnya yang juga promotornya Prof Bacon, Doktor Of Science.
John Ario Katili di masa itu ia menjadi doktor pertama lulusan ITB, yang ia rampungkan studinya pada 1960 di ujung usianya yang ke 30 . Gelar Doktor Geologi bagi John bukan sekedar obsesi. Gelar itu lebih bermakna kebutuhan di lihat dari muatan ilmu kandungannya Indonesia memerlukan ilmuwan- ilmuwan baru yang tidak semata – mata demi kemajuan ilmu pengetahuan tetapi juga demi sumbangsih mereka dalam kehidupan nyata.

Dalam beberapa tulisannya, John Ario Katili menurut para ilmuan Universitas Tadulako, John Ario Katili pernah mengibaratkan bahwa Sulawesi Tengah Akan tengelam dengan kajian keilmuannya. Hal itu kini terjadi di Palu beberapa bulan yang lalu mengalami likuifkasi dan Tsunami.
John Ario Katili juga dalam kajiannya menyatakan Puncak Botu tak layak dijadikan pemukiman karena struktur tanah mudah longsor dan rapuh dan meminta Pemkot (Medi Botutihe) bertangungjawab sebagai Walikota Gorontalo, baca : ( Medi di Mata Publik).
Hal inipun terjadi ada beberapa bangunan yang setelah dibangun, ternyata tak dihuni karena sudah rapuh dan retak. Kelimuannya sungguh nyata, boleh saja di percaya dan juga boleh saja tidak, tetapi apa yang di sampaikannya sudah banyak yang nyata dalam kehidupan kita, Dirinya bukan Tuhan yang mampu memprediksi banyak hal, tetapi ia ilmuan yang mencintai daerah dan bangsanya.
Ada banyak cerita yang fenomenal yang tak banyak diketshui oleh generasi kita saat ini. Ia juga salah satu pendiri mesuem (laboratorium) Geologi di Institut Teknologi Bandung serta karya-karyanya tidak sekekdar ada bangsanya.
John Ario Katili sosok yang memperkenalkan, Gorontalo pada bangsanya juga pada Dunia. Ia sosok yang dikenal oleh Mohamad Hatta sebagai tokoh Ilmuan Geologi yang mumpuni. Ketika Mahasiswa ITB mau melakukan penelitian, ia meminta untuk diskusi bersama Mohamad Hatta, Ia Juga di kenal Sukarno dan paling penting John Ario Katili mengambarkan Ilmuan yang menguasai banyak hal. Ia juga penah menjadi politisi Partai Golkar yang di saat ia menjabat sebagai Wakil Rakyat, tetap bertahan dan terus melakukan penelitian dan berjuang untuk penyelamatan bumi dan alam ini melalui peraturan yang harus dilindungi oleh negara termasuk beberapa perundang- undagangan Cagar Budaya, Cagar Alam serta peraturan lainnya yang membuat berbagai politisi kagum pada kecerdasan dan Idelaismenya.

Sungguh Gorontalo bangga mempunyai sosok John Ario Katili yang berjuang untuk bangsa dan memperkenalkan Gorontalo Pada Dunia.##

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker