GORONTALO UTARAHUKRIMKONTROL

HEBOH…! DIPICU BEDA PILIHAN PADA PILKADES JEMBATAN MERAH, WARGA GALI DAN PINDAHKAN 5 KUBURAN KETEMPAT LAIN

Liputan : Arsad

Editor : Ismail Abas/ Mahmud Marhaba

 

GORUT (KP) – Jelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang dijadwalkan tanggal 11 Desember 2018 di Kabupaten Gorontalo Utara akan di gelar di 90 Desa. Pelaksanaan tahapan Pilkades ini diwarnai oleh berbagai dinamika yang berujung dengan memanasnya suhu politik sehingga kuburan pun digali kembali untuk dipindahkan.

Desa Jembatan Merah Kecamatan Tomilito, Kab.Gorontalo Utara adalah salah satu Desa yang akan melaksanakan Pilkades serentak ini. Sejak tahapan Pendaftaran Bakal Calon sampai dengan penetapan Calon Kepala Desa, diwarnai oleh berbagai protes antar sesama bakal Calon dan massa pendukungnya, dan ternyata sampai dengan H-2 pelaksanaan Pilkades suasana makin memanas dan puncaknya adalah penggalian kembali kuburan untuk dipindahkan.

Motif pemindahan kuburan ini, berdasarkan informasi warga yang sempat kami wawancarai adalah adanya perbedaan pilihan pada Pilkades nanti.

Pemangku adat Kecamatan Tomilito, Baate lo Limutu to Lipu lo Tomilito, Iwan Humolungo, mengatakan bahwa motif penggalian kembali kubur itu karena perbedaan pilihan.
“Ini karena beda pilahan pak, Bagi mereka yang tidak memilih Calon Kepala Desa yang memiliki lahan pekuburan umum itu, keluarga mereka yang dikuburkan disitu supaya dipindahkan,” kata Iwan Humolungo yang juga mantan Kepala Desa Dambalo ini.

Secara panjang lebar Iwan Humolungo memaparkan bahwa hari ini akan di gali 5 kuburan, diantaranya kuburan Keluarga Ahmad, Keluarga Humolungo, Keluarga Katili dan Keluarga Dude.

Sementara itu Kapolsek Kwandang, Iptu Cecep Ibnu Ahmadi, SH,SIK, mengatakan bahwa pihaknya sejak semalam melakukan mediasi antara warga yang berseteru tentang pemindahan kuburan ini.
“Ya, pihak kami melalui Babinkamtibmas telah melakukan mediasi bagi mereka yang berseteru sejak tadi malam,” kata mantan Kasat Reskrim Polres Boalemo ini.

Musyakar Takaredas, Camat Tomilito kepada awak media ini menyatakan keprihatinannya atas terjadinya peristiwa penggalian kuburan ini.
“Saya merasa prihatin juga ya, mengapa sampai hal ini terjadi. Insya Allah proses penggalian kuburan ini akan berlangsung dengan aman dan tidak menimbulkan terganggunya stabilitas keamanan wilayah Tomilito khususnya desa Jembatan Merah dalam pelaksanaan Pilkades nanti,” kata Camat Tomilito melalui saluran ponsel.

Salah satu Calon Kepala Desa Jembatan Merah, Ramin Suleman, saat di konfirmasi awak media ini mengatakan bahwa dirinya tidak tahu tentang penggalian kuburan ini dan menyesalkan atas kejadian ini.
“Saya mohon agar nama saya jangan dilibatkan dalam masalah penggalian kuburan ini pak, saya tidak tahu tentang hal ini,” ungkap Ramin yang juga mantan kades Jembatan Merah ini.

Ditanya tentang motif penggalian kuburan ini, Ramin Suleman secara kronologis menerangkan bahwa masalah ini timbul dari dua orang warga yang berseteru. Perseteruan ini lalu “ditunggangi” oleh pihak lain sehingga situasinya agak memanas. Ramin pun mengakui bahwa salah satu motif penggalian kuburan ini adalah beda pilihan pada Pilkades nanti.

“Sekali lagi saya mohon maaf jangan dilibatkan dalam masalah ini, tidak pernah terlintas dalam mimpi saya bahwa masalah ini akan terjadi,” ungkap Ramin Suleman menutup percakapannya dengan awak media ini.

Dinamika yang terjadi di Jembatan Merah ini patut diperhatikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo Utara agar tidak terjadi lagi di masa yang akan datang. Peristiwa ini kemungkinan adalah peristiwa “terheboh” se Nusantara di penghujung tahun 2018.#(KP)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
http://Vidyaamaliah.co.id
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button