HUKRIMKONTROL

PEGAWAI DI KEJATI GORONTALO TES URINE, JIKA POSITIF AKAN DIPECAT

Laporan : Aldiyansah Kuice
Editor : Ismail Abas/ Mahmud Marhaba

 

GORONTALO (KP) – Kejaksaan Tinggi Gorontalo merespon keinginan masyarakat terkait dengan dilakukannya tes urine dikalangan Jaksa, pegawai dan security di wilayah kerja kantor Kejati Gorontalo, Kamis (06/12/2018).
Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo, DR. Firdaus Dewilmar, MH mengatakan bahwa pihaknya melakukan ini karena suatu perintah untuk menyatakan penolakan terhadap Narkoba.
“Kita merespons apa yang menjadi keinginan pemerintah terkait dengan penolakan Narkoba dan bebas Narkoba di lingkungan Kejaksaan Tinggi dan seluruh Kejaksaan di kabupaten/ kota,” tegas Dewilmar.
Sementara itu, Wakil Kejaksaan Tinggi Gorontalo, Dadang menegaskan tes urine dilakukan untuk mengetahui lebih jauh tentang kondisi para pegawai, apakah ada yang terindikasi narkoba atau tidak.
“Ini kita laksanakan rutin setiap tahun ditempat ini tanpa terkecuali seluruh pegawai Kejati dari mulai Kajati sampai lapisan pegawai junior bahkan termasuk security ikut terlibat, pokoknya semua yang terlibat disini kita akan adakan tes tersebut. Yah kemudian ini, disamping untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” ungkap Wakajati ditempat terpisah.
Disinggung terkait penagkapan kemarin Wakajati mengatakan jika kejadian itu salah tangkap.
“Yah, kalau dikaitkan sih ada juga, cuma memang ini kegiatan sudah kita laksanakan. Jadi kalau penangkapan jelas itu salah tangkap, bahkan tidak ada penangkapan. Jadi ini yang bikin berita aja, makanya kita protes keras tentang berita itu,” tegas Dadang.
Ketika para wartawan menanyakan apakah bantahan itu juga dilakukan, Wakajati dengan tegas menyatakan melakukan bantahan terhadap issue tersebut.
“Sudah, sudah kita bantah. Nda ada ya! Orangnya juga ada disini. Makanya kita minta verifikasi medianya. Nda ada yang tertangkap. Tidak sesuai apa yang diberitakan itu ya,” tutup Wakajati.
Terkait jumlah mereka yang dilakukan tes urine mencapai 125 orang ditambah dari Kejari Bone Bolango 20 orang dan dari Kejari Kota 36 orang.
Meski belum ada hasil pemeriksaan dari pihak BNNP, Wakajati dengan tegas mengatakan akan melakukan sanksi terhadap Jaksa, Pegawai dan Security jika terbukti positif Narkoba.
“Oh, kita proses dan itu tetap kita bina, kalau memang ada yang positif ya kita proses. Itu terkait dengan nanti kepegawaian juga kena disiplin termasuk pidana juga. Jika sudah pidana apalagi? ya dipecat! Itu pasti. Namanya PNS dimana-mana kalau terbukti positif Narkoba ya dipecat,” tegas Wakajati.#(KP)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker