KOTA GORONTALO

TERKAIT SAMPAH SELOKAN, KADIS DLH KOTA JELASKAN TUPOKSI PASUKAN KUNING

Laporan : Aldiyansah Kuice

Editor : Ismail Abas/ Mahmud

 

KOTA GORONTALO (KP) – Kepala Dinas Lingkungan Hidup mengajak setiap Lurah yang ada di kota Gorontalo untuk melakukan pengawasan kepada warganya agar berpartisipasi dalam membersihkan sampah-sampah yang ada di lingkungan rumah mereka. Hal ini ditegaskan Kadis DLH, Junaidi Kiay Demak, Selasa (27/11/2018) diruang kerjanya.

Karena pentingnya kebersihan lingkungan, Kepala Dinas DLH berharap agar setiap saluran yang ada jangan menjadi tempat pembuangan sampah karena akan timbul banyak masalah seperti sarang nyamuk ataupun penyakit lainnya.

Junaidi berharap, untuk setiap lurah wajib mengawasi masyarakatnya agar tidak membuang sampah di saluran yang ada di depan rumah, karena itu bukan merupakan tugas dari pasukan kuning.

“Saya mengharapkan partisipasi masyarakat dan pemerintah kelurahan, jangan karena hanya tersumbat sedikit saja, hanya mengharapkan kepada pasukan kuning yang ada, padahal tugas pasukan kuning sudah menumpuk dan mereka bekerja untuk setiap harinya tanpa libur,” terang Junaidi.

Beberapa pernyataan dari masyarakat yang enggan membersihkan sampah yang tercecer atau tidak berada di tempat sampah, sehingga mereka mengatakan jika itu merupakan tugas pembersih. Mendengar kata itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup menjelaskan tugas yang dikerjakan pasukan kuning.

“Bukan hanya karena 300-400 pasukan kuning untuk bisa melaksanakan itu, karena rutinitas mereka membersihkan kota yang mulai dari jam 5 Pagi hingga jam 5 sore. Itu rutin mereka lakukan. Karena pasukan kuning sehari itu memiliki tugas untuk mengangkut sampah ataupun membersihkan hingga Berton-ton sehari, saya tidak mau ada penumpukan sampah.” tegas Junaidi Kiay Demak.

Untuk setiap tempat pengangkutan, Dinas Lingkungan Hidup sudah sediakan alat untuk mengetahui kegiatan yang dilakukan oleh pasukan kuning. Karena data-data dipembuangan itu sudah di cover oleh alat yang sudah di pasang.

“Setiap mobil pengangkut itu rata-rata mengangkut sampah hingga 5 ton. Jadi permasalahan yang ada dilingkungan itu yang hanya dilihat sebelah mata dan permasalahan dilimpahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan ini yang kita akan rubah. Kalau bisa semua berperan disitu. Kita hanya memfasilitasi saja seperti mengangkut sampah-sampah,” pintanya sambil berharap peran utama Lurah disetiap wilayah masibg-masing.#(KP)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker