HUKRIMKONTROL

SOAL DUGAAN KORUPSI PROYEK GORR, KEJAKSAAN TEMUKAN 80 PERSEN UNSUR PERBUATAN MELAWAN HUKUM

Laporan : Jaringan Berita SMSI Gorontalo
Editor : Mahmud Marhaba/ Team

 

GORONTALO (KP) – Pernyataan keras disampaikan Perhimpunan Lembaga Anti Korupsi (Pelakor) Gorontalo, Gerakan Koalisi aktivis LSM dan Mahasiswa masing-masing LSM SPAK yang dipimpin Rahmat Mamonto, AMMPD dipimpin Taufik Buhungo, selaku Pembina PELAKOR bersama sejumlah deretan aktivis seperti Paris Djafar, Rahmat Zees, Abdul Wahidin, Irkam Tine, Jefri Polinggapo, dan Nawiranto Polinggapo selaku coordinator aksi terkait penanganan kasus korupsi di Gorontalo.
Disamping mendesak agar pihak Kejaksaan Tinggi Gorontalo terus melakukan kerja yang terukur dan mengabaikan segala bentuk tekanan dan intimidasi dari siapa pun, aktivis LSM ini, Kamis (22/11/2018) mendatangai pihak Kejaksaan Tinggi Gorontalo yang diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo, Firdaur Dewilmar yang berbicara panjang lebar beberapa kasus korupsi di Gorontalo.
Berkembang dalam percakapan tersebut, massa aksi meminta agar Kejati Gorontalo agar tetap konsisten menyelesaiakan proses hukum GORR dan tidak perlu merasa takut atas intimidasi mapun intervensi dari pihak manapun. Bahkan mereka mengutuk keras atas aksi yang seolah-olah mengahmbat proses yang dilakukan oleh pihak Kejaksaan.
Kejati Gorontalo, DR. Firdaus Dewilmar dihadapan utusan aksi menjelaskan duduk persoalan perkara yang sementara ditangani, serta menyatakan bahwa Kejaksaan sampai detik ini tidak merasa ditekan ataupun tertekan, bahkan sangat objektif hingga saat ini.
“Kami masih fokus menyelesaikan kasus pemebebasan lahan GORR. Yang pasti kami sudah bisa merampungkan 80 persen perkara ini, sementara 20 persen lagi mendalami keterlibatan para pihak-pihak yang akan dimintai pertanggungjawaban hukum,” tegas Kajati saat menerima utusan aksi massa tersebut.
Dipertegas Kajati, kasus pengadaan tanah GORR diasistensi oleh KPK. 80 persen hasil penyidikan Kejaksaan ditemukan unsure-unsur perbuatan melawan hukum.
“Mari kita sama-sama menyamakan visi penegakan hukum di Gorontalo dengan memberikan apresiasi terhadap masa aksi atas tuntuttannya yang secara tidak langsung memberikan kesadaran hukum kepada semua elemen masyarakat,” ungkap Firdaus kepada perwakilan massa.
“Dari hasil investigasi lidik dan sidik telah ditemukan adanya penyimpangan dan sudah memeriksa saksi sebanyak 1100 orang bahkan ditambah lagi 900 orang. Pemeriksaan terhadap saksi-sasi tersebut guna untuk menghindari pandangan-pandangan akan adanya kriminalisasi terhadap proses penyelidikan dan penyidikan kasus yang ditangani pihak Kejaksaan,” ungkap Kajati.
Meski mendapat penjelasan yang akurat atas kinerja Kejati dalam penanganan sejumlah kasus korupsi, namun aksi massa mengacam akan mendatangi kembali Kejaksaan jika nanti terjadi penyimpangan dalam proses penyidikan.#(KP)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker