KONTROLKOTA GORONTALO

MARTEN : RRI LEMBAGA INDEPENDENT, BUKAN LAGI SEBAGAI ‘CORONG’ PEMERINTAH

Laporan : Aldiyansah Kuice

Editor : Mahmud Marhaba

 

GORONTALO (KP) – Dalam rangka memperingati hari Radio ke 73 tahun di tahun 2018, RRI menggelar penyulutan Obor Tri Prasetia RRI dengan Tema “Dari Sini Indonesia Masih Ada dan Terus Ada”, Rabu (12/09/2018) bertempat di studio 21 RRI Gorontalo, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo.

Ahmad Bahri, Kepala RRI Gorontalo, mengatakan bahwa tugas pokok RRI adalah Terus mencerdaskan kehidupan bangsa dan merekatkan NKRI dan terus memperjuangkan adanya NKRI melalui penyiaran radio.

“Tema hari Radio saat ini dalam rangka menunjukkan kepada masyarakat Indonesia bahwa RRI itu memang hadir untuk merekatkan NKRI dan terus memperjuangkan adanya NKRI. Masyarakat pendengar senantiasa menginginkan RRI ini senantiasa menjaga Tri Prasetianya artinya RRI harus tetap menjaga In dependensinya dan Netralitasnya,” ucap Kepala RRI Drs. Ahmad Bahri.

Walikota Gorontalo, Marten Taha mengatakan bahwa RRI sudah 73 Tahun mengudara di Republik ini tentunya adalah waktu yang cukup panjang dan telah memberi inspirasi kepada seluruh warga baik di masa perjuangan merebut kemerdekaan maupun dimasa masa kita mengisi kemerdekaan.

“Peran yang dimainkan RRI begitu penting dan strategis terutama dalam menyebarluaskan informasi yang patut diketahui oleh warga bangsa ini. RRI sebagai sebagai penyiaran publik tentunya menjadi jembatan bagi masyarakat yang memperoleh informasi dengan pemerintah yang menyuguhkan infomasi, ungkap Walikota Gorontalo Marten Taha.

RRI merupakan lembaga Independen yang dulu dikatakan RRI sebagai corong pemerintah tetapi sekarang tidak lagi, RRI sebagai lembaga Independen yang dia harus menempatkan pada posisi benar benar mediasi antara pemerintah dengan masyarakat, karena kita tidak pernah mendengar iklan-iklan di RRI.

“Ex RRI yang ada di Kampung tenda akan kita jadikan sebagai monumen bersejarah karena disanalah RRI yang pertama di Gorontalo, disana juga bayak bangunan yang sudah dapat dijadikan cagar budaya.” Ujar Marten Taha.#(KP)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
http://Vidyaamaliah.co.id
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button