ADVETORIAL

PERLUKAH FALITAS PERLINDUNGAN INVESTOR PASAR MODAL? INI PENJELASAN KSEI SAAT DI GORONTALO

 

Laporan : Aldiyansah
Editor : Mahmud Marhaba

 

GORONTALO (KP) – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bekerjasama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Seminimal (07/05/2018) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan edukasi di Gorontalo, bertempat RM Saung Telaga.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas) yang merupakan fasilitas perlindungan investor Pasar Modal Indonesia, serta memberikan informasi terbaru tentang pengembangan infrastruktur yang tengah dilakukan KSEI.

Kepala Unit Pengelolaan Efek KSEI Fitriyah dalam pemaparannya menjelaskan, fasilitas AKSes kami sediakan agar investor dapat memantau langsung portofolio investasinya pada lembaga yang memang diberikan mandat untuk menyimpan data portofolio investor sesuai Undang-Undang Pasar Modal. “Jadi, ibaratnya investor itu memiliki akses langsung untuk melihat investasinya di sistem kami,” imbuh Fitriyah. Selain menyampaikan penjelasan kepada media Gorontalo, rangkaian kegiatan sosialisasi di Gorontalo ini mencakup kegiatan edukasi di Universitas Muhamadiyah Gorontalo.

Berdasarkan data KSEI per akhir Maret 2018, saat ini Gorontalo menempati urutan ke-31 jumlah investor terbanyak dari 34 provinsi di Indonesia, dengan jumlah investor sebanyak 885. Dari jumlah tersebut tercatat sebanyak 728 investor yang berdomisili di kota Gorontalo atau yang terbesar di kota Gorontalo. Adapun jumlah investor di Pasar Modal Indonesia hingga akhir Maret 2018, telah mencapai sekitar 1.216.278 investor, yang mencakup investor pemilik Efek, Reksa Dana dan Surat Berharga yang diterbitkan Bank Indonesia.

Fitriyah menambahkan, sosialisasi dan edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran investor untuk senantiasa memanfaatkan fasilitas AKSes untuk mencegah penyalahgunaan wewenang dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
Saat ini, ungkap Fitriyah, jumlah investor yang memanfaatkan fasilitas AKSes masih 12%. Sebagai salah satu solusi atas hal tersebut, saat ini KSEI tengah mengembangkan fasilitas AKSes menjadi AKSes Next Generation (AKSes Next-G) dengan fitur-fitur yang semakin menarik dan semakin mudah digunakan.

“Nantinya yang dapat memanfaatkan fasilitas AKSes Next-G tidak hanya investor tapi juga Perusahaan Efek, Bank Kustodian, bahkan masyarakat umum. Hal ini memungkinkan karena KSEI sudah bekerjasama dengan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri untuk memanfaatkan data kependudukan untuk layanan di pasar modal. Sehingga nanti untuk menggunakan fasilitas AKSes Next-G cukup dengan memasukan Nomor Induk Kependudukan saja,” kata Fitriyah. Kerjasama dengan Ditjen Dukcapil tak hanya dilakukan dengan KSEI, namun juga dengan pelaku pasar modal lainnya. Pada penghujung tahun 2016, atas inisiasi KSEI, Ditjen Dukcapil dengan 100 pelaku industri pasar modal menjalin kerjasama terkait pemanfaatan data kependudukan untuk mempercepat dan mempermudah pembukaan rekening Efek. Melalui simulasi yang dilaksanakan, pembukaan rekening Efek dengan menggunakan alat baca KTP elektronik hanya membutuhkan waktu kurang dari 30 menit, dimana sebelumnya butuh waktu beberapa hari.

KSEI juga menyadari bahwa aktivitas investasi di pasar modal yang nyaman perlu didukung dengan infrastruktur yang memadai.

Menyikapi hal tersebut, pada 30 Agustus 2016 lalu KSEI telah meluncurkan Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu atau S-INVEST yang merupakan platform dan sistem yang terintegrasi untuk industri Reksa Dana. Sistem S-INVEST mampu menyederhanakan proses yang dilakukan oleh pelaku industri Reksa Dana dalam mengadministrasikan semua transaksi Reksa Dana sehingga lebih efisien dan transparan. KSEI menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mengimplementasikan sistem terpadu untuk Reksa Dana, mengikuti jejak pasar modal Korea Selatan. Atas kesuksesan KSEI meluncurkan S-INVEST, KSEI berhasil memperoleh penghargaan Marquee Awards sebagai Best Central Securities Depository in South East Asia 2016 oleh Alpha South East Asia.

Di tahun 2018, KSEI merencanakan penerapan electronic Voting (e-Voting) untuk mengakomodasi penggunaan hak suara investor dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanpa perlu kehadiran investor secara fisik. Diharapkan hal ini dapat memudahkan investor, khususnya investor yang memiliki lebih dari satu Efek, maupun investor di daerah dan investor asing yang tidak berdomisili di tempat berlangsungnya pelaksanaan RUPS. Proyek strategis lainnya adalah pengembangan sistem utama KSEI yakni C-BEST Next Generation (C-BEST Next-G) untuk meningkatkan kecepatan dan kapasitas sistem hingga 10 kali lipat, sebagai antisipasi peningkatan jumlah investor di pasar modal.#(KP)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Vidiyaamaliah.co.id
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button