POLITIK

DIGUYUR HUJAN, MARTEN DISAMBUT WARGA HINGGA BASA KUYUB

Laporan : Aldiansyah
Editor : Mahmud Marhaba

 

KOTA GORONTALO (KP) – Kunjungan blusukan ke kediaman Uzatad Yahya Hiola oleh tim sukses MATAHARI dilaksanakan di rumah Uztad Yahya Hiola, Jalan Taman Sari RT 1 / RW 3 Kelurshsn Moodu Kota Timur. Rabu (07/02/2018) pukul. 16.00 wita Gorontalo.
Meski hujan lebat mengguyur Kota Gorontalo, namun antusias masyarakat begitu tinggi menanti kedatangan calon Walikota yang mereka cintai dan harapkan bisa melanjutkan kepemimpinan pada periode 2018-2023. Mereka rela basa kuyub dan tetap setia bertemu dengan pimpinan idola mereka.
“Kepemimpinan saya kurang lebih 3 tahun 8 bulan sampai dengan saat ini. Saya masih diberi amanat dan kepercayaan oleh masyarakat kota Gorontalo untuk memimpin kota selama 5 tahun. 3 tahun 8 bulan sudah saya jalani dengan baik, berbagai program keberhasilan, program-program pelaksaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat, kami telah laksanakan dengan sebaik-baiknya. program seperti kartu sejaterah, kartu yang bisa membantu harapan kehidupan yang lebih baik kepada masyarakat kota Gorontalo,” ungkap Marten ditengah dinginnya cuaca saat itu.
Ditambahkan Marten, karena melalui pelayanan Kartu Sejahtera tersebut, pemerintah kota Gorontalo melalui kartu sejaterah ini pelayanan kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang sulit untuk mendapatkan pelayanan oleh pemerintah, dalam pemerintah kami ini diberikan kemudahan dan semua yang menjadi program gratis mulai dari persalinan sampai dengan pemakaman yang di sebut gratis lahir sampai mati ini gratis.
“Ini sudah dirasakan dan sudah di nikmati oleh warga masyarakat Kota Gorontalo. Saya merasa sedih apabila yang telah di nikmati dan dirasakan oleh masyarakat Kota Gorontalo hanya akan terhenti begitu saja ketika kepemimpinan itu diambil oleh orang lain. saya tidak mau sama sekali, kasihan rakyat saya. gratis biaya persalinan, gratis pembuatan akta dan akta kematian, KTP, KK dan lain sebagainya. segala urusan kartu identitas itu digratiskan,” tegas Marten yang disambut dengan teriakan kata lanjutkan oleh warga.
Ditekankan Marten, gratis biaya gratis biaya pendidikan adalah hal yang sangat penting untuk warga Kota Gorontalo. “Biaya pendidikan anak-anak kita, anak-anak yang berusia dini yang seharusnya sudah sekolah yang usianya 6-17 tahun tidak boleh tinggal di kota Gorontalo kalau tidak sekolah. artinya tidak boleh ada anak-anak usia sekolah kemudian dia tidak menikmati sekolah karena sekolah sudah di gratiskan dan untuk semua anak-anak yang mampu maupun tidak mampu, wajib Sekolah di Gorontalo,” ungkap Marten yang memilih Ryan Kono sebagai pasangannya.
Bagi tim MATAHARI, Marten Taha menyatakan akan mewujudkan pembangunan apa yang masyarakat kota Gorontalo butuhkan terutama rumah-rumah tempat tinggal. Di Moodu sini, tegas Marten, tahun 2018 ini sudah tuntas rumah kumuh, sudah menjadi rumah layak huni. “Tahun ini bapak ibu sekalian saya membangun 827 rumah layak huni. Ditambah dengan anggaran APBD dengan jumlah 25, APBD provinsi 30 rumah. Kurang lebih 900 rumah layak huni akan dibangun tahun 2018. Tahun 2017 lalu kami sudah membangun 672 unit rumah. Ini kebutuhan masyarakat yang sangat penting dan sangat mendasar. Makanya saya berharap untuk masyarakat kota Gorontalo untuk memberikan amanat kepercayaan untuk melanjutkan semua program ini,” tegas Marten sambil menyapa masyarakatnya dari dekat satu persatu. (KP)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker