KONTROL

RUMAH TANGGAKU HANCUR, ISTRIKU SELINGKUH DENGAN OKNUM TA’MIRUL MESJID

Laporan : Arsad Tuna
Editor : Mahmud Marhaba
LIMBOTO (KP) – Apes benar nasib Fuji Mustofa, warga Desa Sidodadi, Kec.Boliyohuto ini. Rumah tangga yang sudah dibinanya kurang lebih 8 tahun sang Istri, dengan inisial Is, kini diambang kehancuran. Pasutri yang sudah di karunai seorang anak yang kini berusia 7 tahun itu harus bolak balik ke Pengadilan Negeri Limboto untuk mengikuti sidang perkara pidana yang sangat memalukan “perzinahan” yang dilakukan oleh SU, oknum pengurus takmirul mesjid di desa Sidodadi bersama Is, istrinya.
Kepada wartawan KP, di PN Limboto sesaat sebelum sidang dimulai, Rabu, 23 Agustus 2017, Fuji mengutarakan kronologis kejadian perkara yang memalukan itu.
Pada awalnya saya curiga ketika istri saya rutin menerima telepon atau sms, namun kecurigaan itu sering dipatahkan oleh jawaban istri saya bahwa yang sering nelpon dan sms itu adalah adiknya yang bernama Vera, dan memang benar saya lihat di HP istri saya bahwa Vera sering nelpon. Namun suatu hari di bulan puasa lalu, tiba-tiba si Vera ini nelpon lagi dan istri saya pun pamit untuk menemui Vera. Kecurigaan saya muncul lagi ketika sesaat istri saya keluar HP nya sudah tidak aktif. Maka saya putuskan untuk menghubungi Vera adiknya, yang nomornya sudah saya catat duluan tanpa sepengetahuan istri saya. Tapi apa yang terjadi? ternyata di balik nomor kontak yang bernama Vera itu, terdengar suara laki-laki yang mengaku namanya SU. Mulai saat itu saya berupaya untuk mencegah agar hubungan SU dan istri saya tidak berlanjut, tutur Fuji mengenang pengkhianatan sang istri.
Upaya yang saya lakukan ternyata tidak berhasil, sehingga akhirnya kejadian yang memalukan saya ketahui ketika secara tidak sengaja saya menemukan pakaian dalam laki-laki di bawah tikar tempat tidur kami. Bukti celana dalam itu akhirnya diakui oleh istri saya bahwa pakaian itu adalah milik SU, dan juga di persidangan hal ini di akui SU, kata Fuji dengan mata berkaca-kaca.
Diakhir perbincangan dengan awak KP, Fuji mengharapakan agar terdakwa dapat dihukum berat sesuai dengan hukum yang berlaku.
Secara terpisah, JPU yang menangani perkara ini ketika di konfirmasi diruangannya sesaat sebelum sidang di mulai mengatakan bahwa perkara ini tengah memasuki sidang dengan pemeriksaan saksi mahkota dan akan dilaksanakan secara tertutup untuk umum.
Ditanya tentang pasal yang dikenakan, Herlina,SH, JPU (pengganti) mengatakan bahwa pasangan terdakwa ini dikenakan pasal 179 KUHP.
Terdakwa dikenakan pasal 179 KUHP tentang Perzinahan dengan ancaman 2 tahun penjara, kata Herlina,SH, selaku JPU Pengganti dalam perkara ini.
Semoga harapan Fuji agar terdakwa akan dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku akan terealisasi pada vonis oleh majelis hakim nanti. (KP)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker